13 August 2010

SK Seri Indah :D

School Experienced



our first S.E is in this school... SK Seri Indah...bak kata seorang sahabat dr IPG TB... Semuanya indah2 belaka...hihihi
This time, i dont want to describe what i've been doing in this school yet..
but i want to share something interesting that happened this morning
at 7.30am on the 13th of August 2010...
hehehhe


This picture is one of the support staff at SK Seri Indah. ..known as Pak cik bakar.. He asked me to candid him giving bread crumbs to this pigeon...nice one... all the birds here is very friendly..
when i saw him giving bread crumbs, it reminds me of the time in trafalgar square.... lots of pigeon...
but this is not what i want to share with u...there is another interesting thing today...
hehehhe



TADAAAA!!!!




cute heh diz lil fellow???
heheh but poor him...
sepandai2 tupai melompat, akhirnya kena kurung dalam sangkar..
huahua
he's soo cute!
this is called musang pandan....
i was told by the gardener...
kata mereka..
ini anak musang...
bapak dan mak musang bermaharajalela di sekolah menengah di sebelah SK Seri Indah..
hehhee
cam funny je..
anak2 g skola rendah...mak ngan ayah g skola menengah
hey children~look at this lil fella...
he also wants to study..
but u guys keep skipping school..
aiyohhh
diz lil fella really attract me as i never in my life seen a musang@ fox..
huahuahua
the one i used to see is on the tv..but not a real one..
sooo cute!
and guess what?
when i keep saying "eee chumeelllnya!"
then the HM responds,
"amek la bwa balik...bela kt maktab..kenangan dr SK Seri Indah"
chill giler lah HM skola SK Seri Indah..
and for sure la we all burst out with laughter kan..
hehehhe
gonna miss this school for its warm and friendly environment...
:)

RSS Feed : http://hijabalam.blogspot.com

12 August 2010

Love letter

Unforgettable Love...

"And all the roads that lead you there were winding And all the lights that light the way are blinding There are many things that I would like to say to you But I don't know how" - Oasis

suddenly i feels like blogging back...

There are many things that i would like to say but i dont know how...
and maybe...the best way i can do is to send a LOVE LETTER to ALLAH....

With all the pain lingering inside..
i keep praying that
if i am going to fall in love again...Allah, plz let me love the person who loves you first. ahead of everything...
"Ya Allah..andai aku ditakdirkan jatuh cinta, labuhkanlah cinta ku kepada dia yang terlebih dahulu melabuhkan cintanya kepadaMu Ya Allah"

Jauhkanlah juga aku dari cinta nafsu dan cinta syaitan....sesungguhnya aku rindu akan keredhaan dan ketenangan dari Mu ya Allah...

Ya Allah..bantulah aku untuk memelihara cinta ini sebaiknya...
Aminn...

11 August 2010

coming back is not a good idea

MESS?
not that messy...
but somehow, ur presence makes me think a lot...
sometimes, i just wonder..
why must you come back?
its been a year..
i'm glad to hear from you..
but ur presence only worsen what is already worst....
i've been thinking about you and how we used to be back then....
all the memories keep coming back one by one....
its hard when the one you are fighting with is your self...
you don't know how much i've put my effort to continue living...
and yeah~i oso dunno how you've been doing..
cant say anything bout it oso..
but u seems happy living with ur new life..
maybe you can already accept ur fate eh?
:) hope so...
hmm luahan pelangimalam....
its hurt to let everything go....
it hurt me more when u come back and start reminiscing the good old days we used to have...
i like it when i know u still remmber..but at the same time..it oso hurt me...
what are you trying to say dear u?
hope that you will live well...
thz for dropping by...i'm glad..
but now..u r making it worst when i cant continue walking....
all the pain is coming back after all the hard work i put to seal everything deep inside...
well~it wont do anything ayte even though how much i sighed...
live well..


13 June 2010

not me....

i cant say so i write...
bila emosi berperang dengan akal...
semuanya jadi kacau...
yang pasti aku xkan sekali2 berpatah arang....
benda da jadi...da jauh aku melangkah...
mungkin aku akan menyesal...
tapi aku akan terus berlari....
sakit...sangat sakit....
tapi aku tetap akan berlari walau dalam waktu cedera....
iznt diz wut u want?
wlau peluang itu akan hadir...atau sedang hadir....
yang pasti..bukan aku yang akan memulakan langkah pertama..
rather losing it dr hilang harga diri.........
yeah saya ego.................
walau aku akan mnyesal kelak..aku akan terus bertahan....
yang pasti...bukan aku yang memulakan kembali....
aminnn...
mudah2an begitu....


biar aku melayan ego...kerana di satu sudut..aku percaya ketentuan Illahi....

10 May 2010

Wahai lelaki, contohilah Yusuf itu...

Perkongsian: Wahai Lelaki, pandanglah kepada Yusuf itu.
Apr 17th, 2010 by Hilal Asyraf. Print This Post

Di dalam kehidupan yang penuh pancaroba, antara ujian yang terhebat bagi seorang lelaki adalah wanita. Dan kadangkala, sampai satu tahap, lelaki akan menyalahkan wanita kerana kejatuhannya.

“Dah diorang pakai seksi sangat, aku pun tak tahan la”

“Suara dia kalau cakap dengan aku, lemah gemalai, aku cair la”

Dan pelbagai lagi perkara. Maka ditekan-tekan wanita agar tidak menggoda lelaki dan sebagainya. Benar, perempuan memang perlu menjaga keperibadian mereka. Tetapi lelaki juga perlu memerhatikan dirinya jua.

Memang perempuan punya saham untuk kejatuhan lelaki, tetapi siapakah sebenarnya yang memilih untuk menjatuhkan diri?

Maka saya mengajak kalian memandang kepada Yusuf.

Moga-moga ada ibrah yang besar di dalam perkongsian ini.




Yusuf dan dirinya

Yusuf AS diuji Allah SWT dengan ujian yang hebat. Untuk mendidik manusia dan memberikan pengajaran. Kisahnya kisah yang cantik dan hebat. Mampu menggegarkan jiwa-jiwa insan yang tunduk untuk kesedaran. Sebab itu Allah menurunkan satu Surah penuh menceritakan kisahnya, Surah Yusuf yang penuh dengan intipati mukjizat Al-Quran di dalamnya.

Kita dapat melihat betapa Yusuf ini dikhianati oleh abang-abangnya.

“Salah seorang di antara mereka berkata: “Janganlah kamu membunuh Yusuf, tetapi buanglah dia ke dalam pergi, supaya ia dipungut oleh sebahagian dari orang-orang musafir (yang lalu di situ), kalaulah kamu tetap hendak menjalankan rancangan kamu itu”.” Surah Yusuf ayat 10.

Dibuang ke dalam perigi. Kemudian Allah menyelamatkannya dengan menjadikannya hamba kepada Aziz, pemerintah mesir.

“Dan (semasa Yusuf dalam perigi) datanglah ke tempat itu satu rombongan (ahli perniagaan) yang sedang dalam perjalanan; lalu mereka menghantarkan seorang pencari air bagi mereka; (setelah sampainya ke perigi itu) dia pun menghulurkan timbanya (dan manakala ia melihat Yusuf bergantung pada timbanya) ia berseru dengan katanya: “Hai, (ini) sungguh mengembirakan! Ini adalah seorang budak lelaki (yang cantik parasnya)”. (Setelah mengetahui hal itu, saudara-saudara Yusuf pun datang) serta mereka sembunyikan keadaan Yusuf yang sebenarnya (untuk dijual) sebagai barang dagangan. Dan Allah Maha Mengetahui akan apa yang mereka lakukan.” Surah Yusuf ayat 19.

“Dan (setelah Yusuf dijualkan di negeri Mesir), berkatalah orang yang membeli Yusuf kepada isterinya: “Berilah dia layanan yang sebaik-baiknya; semoga ia berguna kepada kita, atau kita jadikan dia anak”.” Surah Yusuf ayat 21.

Dia hanya seorang hamba. Tidak punya harta. Hanya bernaung di bawah kekuasaan tuannya.

Satu saat, peluang datang untuk menjadikannya kaya raya, mengangkat tarafnya dari hamba biasa kepada istimewa.

‘Imra’ah aziz’(yang orang sering menamakannya dengan nama Imra’ah Aziz) gila bayang dengan Yusuf kerana kecantikan wajahnya.

Bagaimanakah Yusuf?


Bukan sekadar suara dan pakaian seksi, malah digoda di dalam bilik yang terkunci

Situasi Yusuf adalah situasi yang berat. Sangat tersepit dan terhimpit.

Imra’ah Aziz memanggilnya ke bilik. Sebagai hamba, dia mentaati. Tetapi alangkah terkejutnya dia apabila melihat isteri kepada tuannya itu berpakaian sangat menjolok mata, memakai haruman menusuk hidung menggoda.

Belum sempat dia berbuat apa-apa, pintu telah dikunci.

“Dan perempuan yang Yusuf tinggal di rumahnya, bersungguh-sungguh memujuk Yusuf berkehendakkan dirinya; dan perempuan itupun menutup pintu-pintu serta berkata: “Marilah ke mari, aku bersedia untukmu”.” Surah Yusuf ayat 23.

Dan ketika ini, dia diberikan pilihan untuk menyerahkan diri.

Tetapi lihatlah Yusuf. Lihatlah Yusuf itu wahai lelaki-lelaki. Lihatlah Yusuf.

Di dalam bilik yang terkunci itu, di dalam situasi yang sangat sempit lagi terhimpit itu, lihatlah bagaimana Yusuf menjaga dirinya.

“…Yusuf menjawab: “Aku berlindung kepada Allah (dari perbuatan yang keji itu); sesungguhnya Tuhanku telah memuliharaku dengan sebaik-baiknya; sesungguhnya orang-orang yang zalim tidak akan berjaya”.” Surah Yusuf ayat 23.

MasyaAllah… Subhanallah…

Inilah dia peribadi yang dilindungi keimanan kuat terhadap Ilahi. Di hadapan perempuan seksi, di dalam bilik terkunci, jiwanya tetap bebas dari gari-gari dunia dan kehambaan kepada selain Ilahi. Tetap teguh mempertahankan kesucian hamba Allah di dalam diri.


Dan Yusuf berusaha, walau tahu tiada jalan untuknya

Mungkin sahaja, ada orang akan berfikir: “Ala, nak buat camne, bilik dah terkunci. Perempuan tu pula, alahai… masyuk habis. Kira rezeki lah ni”

Tetapi lihatlah Yusuf. Lihatlah Yusuf wahai lelaki-lelaki.

Walau Yusuf tahu bahawa bilik telah terkunci, dan tiada lagi jalan untuk melarikan diri, dia tetap berusaha menjauhi Imra’ah Aziz.

“Dan mereka berdua pun berkejaran ke pintu…,” Surah Yusuf ayat 25.

MasyaAllah… Subhanallah…

Imra’ah Aziz tidak putus asa. Bahkan mengejar, mengejar dan mengejar. Tidak pula Yusuf berhenti dari berusaha. Tetap berlari dan berlari menyelamatkan diri.

Hinggalah Imra’ah Aziz berjaya mencapainya, hingga terkoyak belakang bajunya.

“…serta perempuan itu mengoyakkan baju Yusuf dari belakang;…” Surah Yusuf ayat 25.

Hingga Yusuf benar-benar terperangkap dan tidak mampu berlari.

Dan kini, ujiannya telah tamat. Allah telah selesai mengujinya.

Maka Allah datangkan Aziz bersama saudaranya, membuka pintu, dan terkejut dengan keadaan Yusuf hambanya, bersama isterinya.

“… lalu terserempaklah keduanya dengan suami perempuan itu di muka pintu.” Surah Yusuf ayat 25.


Dan perhatikanlah pilihan Yusuf itu

Yusuf ternyata benar apabila koyakan bajunya menjadi bukti. Tidak lama kemudian kisah ini tersebar pantas. Ramai yang mencaci Imra’ah Aziz. Imra’ah Aziz berang. Padanya, bukan silapnya dia berkelakuan sedemikian. Yusuf tersangat cantik ibarat malaikat.

“Dan (sesudah itu) perempuan-perempuan di bandar Mesir (mencaci hal Imra’ah Aziz dengan) berkata: Isteri Al-Aziz itu memujuk hambanya (Yusuf) berkehendakkan dirinya, sesungguhnya cintanya (kepada Yusuf) itu sudahlah meresap ke dalam lipatan hatinya; sesungguhnya kami memandangnya berada dalam kesesatan yang nyata.” Surah Yusuf ayat 30.

Lantas dibuat majlis agar ramai perempuan-perempuan yang mencacinya berkumpul. Disuruhnya Yusuf memunculkan diri. Yusuf yang masih terikat sebagai hamba mentaati selagi mana suruhan itu tidaklah membuatkan dirinya terkeluar dari larangan Allah.

“Maka apabila ia (Imra’ah Aziz) mendengar cacian mereka, dia pun menjemput mereka dan menyediakan satu jamuan untuk mereka, serta memberi kepada - tiap seorang di antara mereka sebilah pisau. Dan pada ketika itu berkatalah ia (kepada Yusuf): “Keluarlah di hadapan mereka”.” Surah Yusuf ayat 31.

Ketika ini, jari-jari perempuan yang hadir tercedera kerana mereka semua terpana ketika memandang Yusuf. Buah yang hendak dikopes, tangannya pula yang ditoreh.

“Maka ketika mereka melihatnya, mereka tercengang melihat kecantikan parasnya, dan mereka dengan tidak sedar melukakan tangan mereka sambil berkata: “Jauhnya Allah dari kekurangan! Ini bukanlah seorang manusia, ini tidak lain melainkan malaikat yang mulia!” Surah Yusuf ayat 31.

Ketika inilah, baru mereka memahami apa yang dihadapi oleh Imra’ah Aziz. Dan Imra’ah Aziz ketika ini, mengumumkan kepada Yusuf bahawa dia masih mempunyai ruang untuk tunduk. Atau Yusuf akan dihumbankan ke dalam penjara.

“(Imra’ah Aziz) berkata: “Inilah orangnya yang kamu tempelak aku mengenainya! Sebenarnya aku telah memujuknya berkehendakkan dirinya tetapi ia menolak dan berpegang teguh kepada kesuciannya; dan demi sesungguhnya kalau ia tidak mahu melakukan apa yang aku suruh tentulah ia akan dipenjarakan, dan akan menjadi dari orang-orang yang hina.” Surah Yusuf ayat 32.

Tetapi lihatlah kepada Yusuf itu. Lihatlah kepada Yusuf itu wahai lelaki-lelaki.

Apakah pilihannya?

“Yusuf (merayu kehadrat Allah Taala dengan) berkata: “Wahai Tuhanku! Aku lebih suka kepada penjara dari apa yang perempuan-perempuan itu ajak aku kepadanya. Dan jika Engkau tidak menjauhkan daripadaku tipu daya mereka, mungkin aku akan cenderung kepada mereka, dan aku menjadi dari orang-orang yang tidak mengamalkan ilmunya”. Surah Yusuf ayat 33.

MasyaAllah…. Subhanallah….

Semuanya untuk menjaga jiwanya, menjaga dirinya.

Sanggup memilih kedasyatan penjara, dari kedasyatan azab-Nya. Itu Yusuf yang terpaksa memilih antara dua.

Bagaimana kamu? “Kalau awak tak layan saya, saya tak nak kawan dah dengan awak”

Bagaimana? Kadang-kala kita tewas hanya dengan rajukan kecil yang tak bermakna.


Kita dan Yusuf

Untuk apa diceritakan semua ini kalau bukan untuk dicontohi dan mengambil pengajaran? Jangan cerita kepada saya: “Ala, Yusuf tu Nabi”. Allah mengutuskan Rasul dan Nabi dari kalangan manusia, agar menjadi contoh kepada pembumian syara’ itu kepada manusia sendiri.

Justeru, bagaimana kita dan Yusuf?

Situasi siapa yang lebih sukar? Yusuf terikat dengan pelbagai perkara. Imra’ah Aziz adalah seorang yang berkuasa, seorang yang ‘memiliki’ Yusuf, tetapi lihatlah bagaimana Yusuf bertindak dalam mentaati Allah SWT.

Bagaimana kita?

Hakikatnya, kita sebenarnya mempunyai pilihan. Sama ada hendak menjatuhkan diri ke dalam kehinaan, atau memilih untuk memuliakan diri dengan berkeras dan bertahan.

Sememangnya, kalau hendak bertahan menegakkan perintah Allah ke atas diri kita, akan kita hadapi kesukaran. Tetapi saya tidak pernah pula dengar pada zaman ini, lelaki yang menjaga kehormatan dirinya, kebersihan peribadinya dalam pergaulan lelaki perempuan sampai dipenjarakan.

Sesungguhnya, Yusuf lebih sukar dari kita.

Justeru apa yang kita lakukan?


Penutup: Wahai Lelaki, perhatikanlah Yusuf itu. Perhatikanlah

Saya lelaki. Post ini khasnya untuk memperingatkan diri saya sendiri. Jua dengan harapan, manfaatnya tumpah kepada lelaki-lelaki lain di dalam kehidupan ini.

Perempuan itu, pemimpin utama mereka adalah lelaki.

Maka wahai lelaki, tidakkah kamu merasakan kepentingan untuk mempertingkatkan diri?

Marilah. Lihatlah Yusuf dan contoh yang Allah berikan kepada kita.

Kemudian liriklah arahan Allah SWT.

“Katakanlah (wahai Muhammad) kepada orang-orang lelaki yang beriman supaya mereka menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka; sesungguhnya Allah Amat Mendalam PengetahuanNya tentang apa yang mereka kerjakan.” Surah An-Nur ayat 30.



p/s : bukan tulisan tanganku...hanya menolong menyebarkan cerita...byk mesej yang terkandung dalam cerita seperti ini..rugi rasanya klau tidak cuba untuk mnyebarkan ilmu...sama2 la kita memuhasabah diri.. :)

Mari kita menjaga kebersihan peribadi kita wahai Lelaki!

Tinggalkan Jejak di sini